Sahabatku, Imajnasiku telah mati.
Tampilkan postingan dengan label pry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pry. Tampilkan semua postingan
8 Juni 2016
Mikrokontroler
Kepada kau aku bercerita. Tiba-tiba aku merasa seperti gagar otak akut.
Tetapi hanya sebelah otaku. Bukan semuanya. Aku becerita kepadanya,bahwa otak
kanan ku telah mati. Ya, kata psikolog terbaik itu aku mengalami kematian
imajinasi total. Aku tdak bisa lagi mengaduk-aduk suatu yang aku lihat, menjadi
adonan yang suka-suka.
23 Maret 2013
Waktunya Tidur
Tubuhku yang
ringkih digenggam Hamlet. Tak bergerak. Dikasur reyot. Aku bukan pelikan
penjelajah. Hanya tawanan idealita.
Sepi ini mulai
membuat takut. Leher lilin sudah semakin pendek. Apinya hendak padam. Sehingga
yang paling terang adalah gelap.
Nadiku menyempit.
Darahku terserat. Tanganku mulai bergetar. Terdengar benturan tembaga keras.
Seperti rantai yang terlepas.
1 Januari 2011
Melankodrama
Arogansi,
ekspektasi berlebih atas muluknya cita
ambiguitas mimpi dan realita yang terus di bualkan
kegelisahan atas klise monoton cerita stensil yang cabul dan picisan
romantisme murahan diiringi kekehan setan
ekspektasi berlebih atas muluknya cita
ambiguitas mimpi dan realita yang terus di bualkan
kegelisahan atas klise monoton cerita stensil yang cabul dan picisan
romantisme murahan diiringi kekehan setan
10 September 2010
Senyum Kecut Hari Kemenangan
Berbondong, berarak, gedung pertokoan yang dituju.
Berlomba tak ingin kalah gengsi dengan tetangga di kota dan di desa.
Pada 20 40 50 70 mata tertuju, pasangan pengantin baru tak punya bayi tak peduli, walau hanya popok tetap dibeli. Kaus tak muat senang hati dibawa pulang, sisa ekspor katanya demi bergaya pada tetangga kota dan desa.
Harus pulang dengan kantung plastik bagus dan wangi khas swalayan, belasan jumlahnya sebelum bedug dan takbir bergema.
Kue ditoples hanya berasa sagu laku ratusan ribu, sedikit berrasa mungkin dengan sedikit gula.
31 Agustus 2010
Merahputih
15 Juli 2010
26 Juni 2010
Bebas
Di sore hari yang sedikit suram karena hujan, saya duduk di teras depan sebuah kantor kecil. Ditemani secangkir kopi yang tak lagi panas, sebatang rokok terakhir dan seorang teman yang baru saya kenal bernama Dion. Sebut saja dia Mas Dion.
Ajaib sekali teman yang baru saya kenal ini. Hanya dalam 5 menit, saya sudah terpukau karena gaya bicaranya yang cerdas dan lantang. Dalam 20 menit, saya luluh akan keluasan wawasannya yang tak terbatas. Dalam 45 menit, saya pun mulai keringat dingin dan sedikit mual. Dalam 2 jam, saya pun akhirnya benar-benar merasa menjadi manusia tanpa kredibilitas apapun. Luluh lantah. Ya, Mas Dion telah memperkosa saya (bukan dalam artian sebenarnya).
Mas Dion, benar-benar manusia dengan banyak ilmu, dari yang ilmu pasti, ilmu tidak pasti, sampai ilmu yang dipasti-pastikan. Saya berani bertaruh, bahwa orang seperti dia pasti bisa menebak dari jarak 2 meter, apakah itu semut jantan atau betina. Namun berbeda dengan Alm. Bapak Tino Sidin yang suka meng-"like this"-kan karya ataupun pemikiran murid-muridnya untuk mengobarkan semangat mereka. Sedangkan Mas Dion sebaliknya, ilmu-nya banyak namun membuat lawan bicaranya merasakan sensasi ketololan pribumi pada masa tanam paksa. Mas Dion seperti replika kolonialisme Belanda dalam satu tubuh manusia
Ajaib sekali teman yang baru saya kenal ini. Hanya dalam 5 menit, saya sudah terpukau karena gaya bicaranya yang cerdas dan lantang. Dalam 20 menit, saya luluh akan keluasan wawasannya yang tak terbatas. Dalam 45 menit, saya pun mulai keringat dingin dan sedikit mual. Dalam 2 jam, saya pun akhirnya benar-benar merasa menjadi manusia tanpa kredibilitas apapun. Luluh lantah. Ya, Mas Dion telah memperkosa saya (bukan dalam artian sebenarnya).
Mas Dion, benar-benar manusia dengan banyak ilmu, dari yang ilmu pasti, ilmu tidak pasti, sampai ilmu yang dipasti-pastikan. Saya berani bertaruh, bahwa orang seperti dia pasti bisa menebak dari jarak 2 meter, apakah itu semut jantan atau betina. Namun berbeda dengan Alm. Bapak Tino Sidin yang suka meng-"like this"-kan karya ataupun pemikiran murid-muridnya untuk mengobarkan semangat mereka. Sedangkan Mas Dion sebaliknya, ilmu-nya banyak namun membuat lawan bicaranya merasakan sensasi ketololan pribumi pada masa tanam paksa. Mas Dion seperti replika kolonialisme Belanda dalam satu tubuh manusia
26 Mei 2010
BERHENTI !
Mengungkapkan alasan dengan torehan
Lalu mulai menyusun sebagai suatu pemikiran paling naif yang pernah terpikirkan
Ampas kopi di gelas kaca kembali menerbangkan ulasan lalu yang membuat gerah
Sesak
Melebur melayang bercampur dengan hembusan asap rokok terakhir
Hembus
Tanda suara itu menyadarkan alasan yang sedang terpikirkan
Luar biasanya keheningan
Diam
Dinamo kipas meraung-raung dipaksa lembur tanpa alasan
Bukan berarti diam
Lalu mulai menyusun sebagai suatu pemikiran paling naif yang pernah terpikirkan
Ampas kopi di gelas kaca kembali menerbangkan ulasan lalu yang membuat gerah
Sesak
Melebur melayang bercampur dengan hembusan asap rokok terakhir
Hembus
Tanda suara itu menyadarkan alasan yang sedang terpikirkan
Luar biasanya keheningan
Diam
Dinamo kipas meraung-raung dipaksa lembur tanpa alasan
Bukan berarti diam
22 April 2010
Nelangsa
Gugatan kepada tuhan
Ramai-ramai orang berkerubung di pinggir jalan. Gumam riuh rendah. Ada yang mati kena lindas peti kemas. Yang melindas kabur karena takut mati juga rupanya.
Modar!
Moral!
Cekcok keluarga. Rebutan warisan dari yang mati. Simpanan untuk peninggalan anak cucu kalau juga sudah mati.
Gelombang
Lingkaran
Hidup
Mati
Kapal motor pontangpanting. Nenek-nenek pusing setengah mati. Makan manisan kemanisan. Sesak mau mati. Ludah kena angin jatuh ke lawan pandang. Dibikin mati sekalian.
Nasib
Pola
Pinta
Ramai-ramai orang berkerubung di pinggir jalan. Gumam riuh rendah. Ada yang mati kena lindas peti kemas. Yang melindas kabur karena takut mati juga rupanya.
Modar!
Moral!
Cekcok keluarga. Rebutan warisan dari yang mati. Simpanan untuk peninggalan anak cucu kalau juga sudah mati.
Gelombang
Lingkaran
Hidup
Mati
Kapal motor pontangpanting. Nenek-nenek pusing setengah mati. Makan manisan kemanisan. Sesak mau mati. Ludah kena angin jatuh ke lawan pandang. Dibikin mati sekalian.
Nasib
Pola
Pinta
19 April 2010
Berhenti Merokok Cara Ultraman, Bag.1
Pernah merasa betapa susahnya berhenti merokok dan menghilangkan pikiran-pikiran ajaib di kepala yang berkata, "ah sebatang saja lagi" atau "ih.. kotak rokok sapa nih nganggur?" atau yang paling sering, "di tangan gue ada korek, gue ada duit, demi kelangsungan hajat hidup orang banyak gue kudu beli satu slop!!"
Calon pengidap kanker yang mau insyaf : "iya, bener om Aryo tolong kamiiii!!!" Jangan, jangan khawatir, karena om Aryo ditengah sibuk-sibuknya menyusun seminar, bersedia turun ke bumi dan mengajak sesama calon pengidap kanker untuk berhenti rokok sekarang. Gratis!!
Kecuali lu pada rental..
Atau punya internet sendiri..
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan mudah dan murah, antara lain
1) Susun aktivitas mencegah mikir
Bikin jadwal aktivitas lu penuh sampai tidak ada yang namanya menganggur duduk dan mikirn masa depan bangsa atau mikir jorok. Khusus yang terakhir, dapat menyebabkan kita merokok secara otomatis dan penumpulan kapasitas otak. Ya, gue tau, itu rada susah, tapi coba jarangin merenung kayak filsafat, sadar aja otak lu dangkal. Mikirin dimana tiket parkir aja udah rada susah, masa mau lu tambah beban hidup pake mikir dan bengong?
Intinya adalah bikin biar waktu lu penuh sama kegiatan, sekalian mempersempit waktu untuk merokok, juga biar lu olahraga.
(Disini om Aryo menyarankan agar mengisi waktu dengan melakukan olahraga secara perlahan, mencegah syok karena jarang olahraga. Dimulai dari jempol, seperti maen game. hehehe)
Calon pengidap kanker yang mau insyaf : "iya, bener om Aryo tolong kamiiii!!!" Jangan, jangan khawatir, karena om Aryo ditengah sibuk-sibuknya menyusun seminar, bersedia turun ke bumi dan mengajak sesama calon pengidap kanker untuk berhenti rokok sekarang. Gratis!!
Kecuali lu pada rental..
Atau punya internet sendiri..
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan mudah dan murah, antara lain
1) Susun aktivitas mencegah mikir
Bikin jadwal aktivitas lu penuh sampai tidak ada yang namanya menganggur duduk dan mikirn masa depan bangsa atau mikir jorok. Khusus yang terakhir, dapat menyebabkan kita merokok secara otomatis dan penumpulan kapasitas otak. Ya, gue tau, itu rada susah, tapi coba jarangin merenung kayak filsafat, sadar aja otak lu dangkal. Mikirin dimana tiket parkir aja udah rada susah, masa mau lu tambah beban hidup pake mikir dan bengong?
Intinya adalah bikin biar waktu lu penuh sama kegiatan, sekalian mempersempit waktu untuk merokok, juga biar lu olahraga.
(Disini om Aryo menyarankan agar mengisi waktu dengan melakukan olahraga secara perlahan, mencegah syok karena jarang olahraga. Dimulai dari jempol, seperti maen game. hehehe)
14 April 2010
Pahlawan Eksis-less
Ada suatu masa ketika hutan-hutan Inggris adalah tanah biasa. Para petani yang setengah kelaparan pasti berpikir sangat lah tidak masuk akal. Ribuan mil persegi, hutan dijaga ketat sebagai daerah perburuan raja. Padahal raja tidak mengolah sedikitpun daerah tersebut. Akhirnya para petani mulai merasa semakin benci pada kondisi mereka. Kebencian pun akhirnya meledak pada dalam revolusi petani tahun 1381. Sekitar tahun itulah muncul seorang pahlawan yang sangat terkenal.
Robin Hood, seorang pahlawan terkenal dari tanah Inggris. Namun seperti Raja Arthur, ke-eksistensian-nya diragukan dalam sejarah modern. Banyak versi tentang keberadaannya. Seorang penulis dongeng menarik kesimpulan kalau ternyata Robin Hood adalah seorang Dewa Celt. Adapula yang menyebutnya Robin of The Hood, setan bertanduk dalam perayaan festival sihir kuno. Namun banyak pula yang meyakini bahwa ia adalah pria sungguhan, dan sebagaimana yang dinyatakan dalam balada bahwa Robin menjarah rusa-rusa Raja di hutan Sherwood dan berselisih berlarut dengan Sheriff Nottingham.
Indonesia pun punya pahlawan serupa. Namanya Pitung, berasal dari tanah Betawi. Seorang pendekar silat sakti mandraguna. Menjarah dari orang-orang kaya, lalu memberikan hasil nya kepada rakyat jelata. Menurut drama di televisi, ia kebal terhadap peluru. Kompeni mengejarnya, menembaknya tetapi tidak pernah berhasil. Sampai peluru emas disarangkan ke tubuhnya, dan Pitung pun kehilangan nyawa. Menurut sejarahwan, Pitung hanya lah mitos. Tetapi menurut orang Betawi, Pitung itu adalah sosok nyata, dan menjadi pahlawan sepanjang masa. Begitu banyak balada tentang dirinya, sampai-sampai ada situs pemakamannya.
Banyak outlaw heroes di seluruh dunia, dan hampir setiap negara pasti ada kisahnya. Pahlawan eksis-less ini diragukan keberadaannya. Antara mitos dan nyata. Buku sejarah di Sekolah Dasar tidak pernah mencatat namanya. Nama mereka lebih banyak tercatat di buku-buku sastra. Si Pitung jelas kalah tenar dengan Wali Songo. Namanya yang tercatat di buku sastra membuat sebuah pernyataan yang sangat halus, kalau ternyata si Pitung ini adalah hanyalah dongeng atau mitos, sama seperti Robin Hood. Sedangkan Wali Songo yang tercatat namanya di buku sejarah lebih berkesan manusia yang otentik nyata, beserta cerita kebaikan-kebaikannya.
Indonesia pun punya pahlawan serupa. Namanya Pitung, berasal dari tanah Betawi. Seorang pendekar silat sakti mandraguna. Menjarah dari orang-orang kaya, lalu memberikan hasil nya kepada rakyat jelata. Menurut drama di televisi, ia kebal terhadap peluru. Kompeni mengejarnya, menembaknya tetapi tidak pernah berhasil. Sampai peluru emas disarangkan ke tubuhnya, dan Pitung pun kehilangan nyawa. Menurut sejarahwan, Pitung hanya lah mitos. Tetapi menurut orang Betawi, Pitung itu adalah sosok nyata, dan menjadi pahlawan sepanjang masa. Begitu banyak balada tentang dirinya, sampai-sampai ada situs pemakamannya.
Banyak outlaw heroes di seluruh dunia, dan hampir setiap negara pasti ada kisahnya. Pahlawan eksis-less ini diragukan keberadaannya. Antara mitos dan nyata. Buku sejarah di Sekolah Dasar tidak pernah mencatat namanya. Nama mereka lebih banyak tercatat di buku-buku sastra. Si Pitung jelas kalah tenar dengan Wali Songo. Namanya yang tercatat di buku sastra membuat sebuah pernyataan yang sangat halus, kalau ternyata si Pitung ini adalah hanyalah dongeng atau mitos, sama seperti Robin Hood. Sedangkan Wali Songo yang tercatat namanya di buku sejarah lebih berkesan manusia yang otentik nyata, beserta cerita kebaikan-kebaikannya.
11 April 2010
Manusia Kaset
Siang itu di ketinggian lebih dari tiga ratus meter di atas permukaan laut, aku bertanya pada resepsionis dimana letak ruangan pengadaan kaset.
"Naik tangga ini, terus jalan di lorong, lalu belok kiri dipertama, lalu kanan, dan kiri, ikuti saja jalannya, letaknya di paling ujung sendiri."
"terimakasih mbak."
Lelaki paruh baya itu tenggelam diantara tumpukan kaset vdeo yang menggunung, entah sudah berapa lama, hanya saja bagiku terlihat sudah seperti puluhan tahun yang lalu ditakdirkan lahir untuk tenggelam diantara kotak perekam gerak.
Ialah sistem pabrik sebenarnya. Alat dalam sistem kreasi yang rapih terstruktur dalam perusahaan pengobral mimpi manusia.
Untuk bertahan di tengah rimba kehidupan, mungkin hanya mesin daur ulang pita selain istri yang menunggu di rumah yang setia menemaninya. Entah apa yang membuatnya tetap berada disituasi seperti itu.
Ruangan dua kali dua meter yang ramai dengan kaset yang bisu.
"Naik tangga ini, terus jalan di lorong, lalu belok kiri dipertama, lalu kanan, dan kiri, ikuti saja jalannya, letaknya di paling ujung sendiri."
"terimakasih mbak."
Lelaki paruh baya itu tenggelam diantara tumpukan kaset vdeo yang menggunung, entah sudah berapa lama, hanya saja bagiku terlihat sudah seperti puluhan tahun yang lalu ditakdirkan lahir untuk tenggelam diantara kotak perekam gerak.
Ialah sistem pabrik sebenarnya. Alat dalam sistem kreasi yang rapih terstruktur dalam perusahaan pengobral mimpi manusia.
Untuk bertahan di tengah rimba kehidupan, mungkin hanya mesin daur ulang pita selain istri yang menunggu di rumah yang setia menemaninya. Entah apa yang membuatnya tetap berada disituasi seperti itu.
Ruangan dua kali dua meter yang ramai dengan kaset yang bisu.
4 April 2010
Untuk "Orang Tua"
dan semua keuntungan di pihak saya,
saya akan menjaga perjanjian itu sejauh saya suka,
dan anda akan menepatinya sejauh saya suka"
saya akan menjaga perjanjian itu sejauh saya suka,
dan anda akan menepatinya sejauh saya suka"
Cerita dari gambar tersebut adalah, ada seorang bapak yang ingin menawar seorang pemuda yang sedang berjalan santai di tepian kota. Sang pemuda terlonjak sambil memegangi anu-nya lalu berkata. "Maaf saya bukan pria pelacur, lagi pula saya benci pria berkumis."
31 Maret 2010
Hamster Punya Cerita
Buat sebagian laki-laki, mengakui binatang-binatang menggelikan seperti hamster dan kecoa terbang itu lucu adalah hal yang sangat maskulin. Ini dia kawan saya yang baik. Namanya Ronal, badannya tinggi tegap, kulitnya coklat menuju hitam dan punya obsesi yang tidak main-main dengan dunia hewan. Prestasinya antara lain menarik-narik sirip hiu seaworld, menangkap cicak dan reptil-reptil berbahaya, memiliki pengetahuan soal hiu, binatang buas lainnya dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Tapi jangan khawatir, tampangnya lumayan lah.
Nah, memang sudah biasanya tiap malam saya dan si Boimin datang ke rumah Ronal buat diskusi. Biasanya kita membahas soal politik Turki Selatan setelah perang salib atau uji coba rumus logaritma nan efisien untuk pembangunan teknologi nuklir Korea Utara, gitu deh. Namun hari itu di kamar Ronal ada sedikit pemandangan yang baru tapi tidak mengejutkan buat saya. Apakah itu? Betul sekali tebakan anda. Ronal punya peliharaan baru. Namanya si Max dan Lou. Bukan, mereka bukan macan India. Mereka adalah hamster, sepasang hamster. Saat ditemui di kandangnya, Max sedang lari-lari di atas mainan treadmil-nya dan Lou sedang tidur.
"Namanya siapa nih, Nal?" bertanya sok asik.
"Max sama Lou," ( baca : Meks and Luu)
"Ooo.."
"Max and Lou, lucu juga ye namanya."
"Max Lou Max Lou Max Lou, tikus bule ni ya berarti."
Nah, memang sudah biasanya tiap malam saya dan si Boimin datang ke rumah Ronal buat diskusi. Biasanya kita membahas soal politik Turki Selatan setelah perang salib atau uji coba rumus logaritma nan efisien untuk pembangunan teknologi nuklir Korea Utara, gitu deh. Namun hari itu di kamar Ronal ada sedikit pemandangan yang baru tapi tidak mengejutkan buat saya. Apakah itu? Betul sekali tebakan anda. Ronal punya peliharaan baru. Namanya si Max dan Lou. Bukan, mereka bukan macan India. Mereka adalah hamster, sepasang hamster. Saat ditemui di kandangnya, Max sedang lari-lari di atas mainan treadmil-nya dan Lou sedang tidur.
"Namanya siapa nih, Nal?" bertanya sok asik.
"Max sama Lou," ( baca : Meks and Luu)
"Ooo.."
"Max and Lou, lucu juga ye namanya."
"Max Lou Max Lou Max Lou, tikus bule ni ya berarti."
28 Maret 2010
27 Maret 2010
Drive-in
Ramai percakapan manusia bagaikan ketel rusak yang kita ketuk tanpa irama mengiringi beruang berdansa.
Sementara kita membuat musik yang bisa melumerkan bintang-bintang di atas sana.
Luar angkasa yang gelap dan dingin diisi oleh sejuta objek raksasa yang tersusun secara aneh. Abstrak, namun berpola. Seperti kita melihat lukisan ekspresionis Affandi, dari jarak yang sempit akan terlihat seperti goresan tak teratur yang tak bertutur. Tapi akan berbeda apabila kita melihatnya dengan jarak yang luas, goresan tersebut ternyata membentuk wujud sempurna diatas kanvas. Begitulah angkasa, sebuah ekpresionisme agung dari Tuhan. Secara sempit akan terlihat seperti hamparan acak tak berpola. Kita harus melihat nya secara luas, barulah akan mengerti mengapa Tuhan menciptakannya. Tuhan menciptakan Bumi untuk dihuni manusia, dan Tuhan menciptakan langit penuh bintang untuk mengajarkan ilmu dan seni pada mereka. Berbagai macam rasi dan galaksi. Beribu bintang nan terang. Komet yang meluncur lintas planet. Seperti keluarga besar yang tak terjangkau. Bahkan pelukis sekaliber Van Gogh saja berkata kalau bintik-bintik cahaya di langit itu berada di luar jangkauannya. Berbeda dengan bintik cahaya di sudut-sudut kota Paris. Kanvas manusia tidak bisa menampung semua yang anggun. Makhluk bumi hanya bisa tertegun. Tuhan menang banyak kali ini wahai manusia. Tatasurya adalah masterpiece-Nya. Tataplah diam ke atas sana. Tunggu sampai disapa.
.....
Si pria duduk di kursi kemudi. Merebahkan tubuh sambil menatap langit malam dari kaca mobilnya. Ia seperti menyaksikan sandiwara televisi. Matanya melempar tatap kosong, kadang bibir nya ikut tersenyum, kadang sedikit bergetar, dan kadang matanya berbinar. Ia kembali ke masa lalu nya. Dulu ia pernah dijanjikan mendapat uang apabila berhasil menghitung bintang di langit ibu kota. Sebuah tantangan retorika jaman dulu. Tapi sekarang hal itu bukanlah retorika. Mudah sekali menghitung bintang di langit Ibu kota. Paling banyak hanya dua-puluh bintang. Ia bisa menjadi kaya raya apabila ada tantangan sejenis pada masa sekarang ini, begitu pikirnya. Maka dari itu ia senang ke tempat ini. Tempat rahasianya, jauh dari Ibu kota. Tanah lapang di bawah kubah dunia.
Sementara kita membuat musik yang bisa melumerkan bintang-bintang di atas sana.
Luar angkasa yang gelap dan dingin diisi oleh sejuta objek raksasa yang tersusun secara aneh. Abstrak, namun berpola. Seperti kita melihat lukisan ekspresionis Affandi, dari jarak yang sempit akan terlihat seperti goresan tak teratur yang tak bertutur. Tapi akan berbeda apabila kita melihatnya dengan jarak yang luas, goresan tersebut ternyata membentuk wujud sempurna diatas kanvas. Begitulah angkasa, sebuah ekpresionisme agung dari Tuhan. Secara sempit akan terlihat seperti hamparan acak tak berpola. Kita harus melihat nya secara luas, barulah akan mengerti mengapa Tuhan menciptakannya. Tuhan menciptakan Bumi untuk dihuni manusia, dan Tuhan menciptakan langit penuh bintang untuk mengajarkan ilmu dan seni pada mereka. Berbagai macam rasi dan galaksi. Beribu bintang nan terang. Komet yang meluncur lintas planet. Seperti keluarga besar yang tak terjangkau. Bahkan pelukis sekaliber Van Gogh saja berkata kalau bintik-bintik cahaya di langit itu berada di luar jangkauannya. Berbeda dengan bintik cahaya di sudut-sudut kota Paris. Kanvas manusia tidak bisa menampung semua yang anggun. Makhluk bumi hanya bisa tertegun. Tuhan menang banyak kali ini wahai manusia. Tatasurya adalah masterpiece-Nya. Tataplah diam ke atas sana. Tunggu sampai disapa.
.....
Si pria duduk di kursi kemudi. Merebahkan tubuh sambil menatap langit malam dari kaca mobilnya. Ia seperti menyaksikan sandiwara televisi. Matanya melempar tatap kosong, kadang bibir nya ikut tersenyum, kadang sedikit bergetar, dan kadang matanya berbinar. Ia kembali ke masa lalu nya. Dulu ia pernah dijanjikan mendapat uang apabila berhasil menghitung bintang di langit ibu kota. Sebuah tantangan retorika jaman dulu. Tapi sekarang hal itu bukanlah retorika. Mudah sekali menghitung bintang di langit Ibu kota. Paling banyak hanya dua-puluh bintang. Ia bisa menjadi kaya raya apabila ada tantangan sejenis pada masa sekarang ini, begitu pikirnya. Maka dari itu ia senang ke tempat ini. Tempat rahasianya, jauh dari Ibu kota. Tanah lapang di bawah kubah dunia.
25 Maret 2010
Kutukan "Lantai 13"
Beberpa malam yang lalu, secara tidak sengaja, dan benar-benar tidak sengaja, saya menyaksikan sebuah film horror Indonesia yang dimainkan oleh salah satu anggota penyanyi Ab Three. Ketika itu saya sedang pulang dari berkegiatan, lelah sekali rasanya sehingga saya langsung merebahkan tubuh diatas kasur. Tidak lama kemudian muncul seorang sepupu berumur 8 tahun masuk ke kamar saya. Membuka pintu dengan tergesa. Terlihat dari mukanya ia sedang bersemangat sekali. Sudah tau benar, biasanya dengan ekspresi seperti ini ia hendak memamerkan properti terbarunya. Dan benar saja, tepat di samping kepala saya yang sedang terkapar di bantal, ia menunjukan sebuah DVD horror Indonesia dengan gambar Widi Ab Three di cover nya
“Nih mas, dari Bunda, nonton yuk”, ajaknya dengan bersemangat.
“Hmm.. mas cape nih de”
“Ini bagus lho mas kata Bunda”, jawabnya dengan muka gembira.
Bagi saya adalah suatu dosa besar untuk meruntuhkan mimpi anak-anak kecil. Maka dari itu, suatu dosa besar pula melawan orang tua, karena terkadang mereka suka bermimpi layaknya anak kecil. Apalagi di samping saya ini ada sebuah wajah lucu sedang tersenyum dengan sangat gembira. Saya berpikir, itu adalah senyuman penuh kebanggan. Sebuah kebanggan apabila nanti saya ternyata sangat antusias dengan film yang di bawakannya.
Saya mulai menerawang dan berpikir. Apabila saya setuju untuk menonton film ini, berpura-pura menikmatinya, pastilah nanti ia akan bangga, keluar kamar dengan wajah gembira, lalu melihat dunia dengan megahnya, menjadi pribadi yang optimis dan berhasil sukses di masa depannya.
“Hmm.. mas cape nih de”
“Ini bagus lho mas kata Bunda”, jawabnya dengan muka gembira.
Bagi saya adalah suatu dosa besar untuk meruntuhkan mimpi anak-anak kecil. Maka dari itu, suatu dosa besar pula melawan orang tua, karena terkadang mereka suka bermimpi layaknya anak kecil. Apalagi di samping saya ini ada sebuah wajah lucu sedang tersenyum dengan sangat gembira. Saya berpikir, itu adalah senyuman penuh kebanggan. Sebuah kebanggan apabila nanti saya ternyata sangat antusias dengan film yang di bawakannya.
Saya mulai menerawang dan berpikir. Apabila saya setuju untuk menonton film ini, berpura-pura menikmatinya, pastilah nanti ia akan bangga, keluar kamar dengan wajah gembira, lalu melihat dunia dengan megahnya, menjadi pribadi yang optimis dan berhasil sukses di masa depannya.
Langganan:
Postingan (Atom)





