18 April 2011

Dongeng Pembunuhan

“Pah”


“Ya”


“Di dapur ada tikus”


“Ohh..iya nak”


“Terus gimana?”


“Gimana apanya”


“Ya tikusnya, pah”


“Biarin ajalah. Mungkin dia cari makan, namanya juga makhluk hidup”


Si anak perempuan diam. Memendam kesal dan menggerutu. Ia tahu bahwa tikus itu jorok dan dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.


.....


“pah”


“ya”


“Di kamar mandi ada kecoa”


“Ohh, iya nak”


“Usirin dong pah..!”


“Papa sibuk, udahlah biarin aja. Dia kan butuh tempat tinggal juga”


Si anak laki-laki heran. Kenapa ia disuruh mandi berbarengan dengan kecoa. Bukankah kecoa itu biasa hidup di selokan dan membawa penyakit.


.....


“Tuan”


“Apa”


“Ada pengemis tuan”


“Suruh pergi aja”


“Sudah tuan”


“Trus?”


“Gak mau tuan, dia ngeyel”


“Trus?”


“Dia ngeyel banget tuan”


“Cepet, usir aja, saya harus buru-buru pergi”


“Tapi tuan..”


“Kenapa lagi? kamu takut? Nih bawa pistol. Keluar dan tembak ditempat aja kalo masih ngeyel!”


“Hah..tapi tuan..?!!”


“Jangan takut, saya yang tanggungjawab. Lagipula ngak akan ada yang peduli dengan pengemis!”


Si supir melangkah keluar rumah dengan pistol majikan di tangan. Badannya gemetar ketakutan. Tubuhnya keringat dingin. Selama berjalan ia berharap bahwa pengemis itu sudah pergi entah kemana.


.....


Si anak perempuan dan laki-laki tertegun melihat perbincangan si papa dengan supirnya. Namun mereka layak berterimakasih kepada papa-nya karena diberikan pelajaran berharga, yang tidak mereka dapatkan di sekolah.


Mereka dengan yakin menarik sebuah kesimpulan. ‘Sesuatu yang layak dimusnahkan bukanlah sesuatu yang dapat merugikan, tetapi sesuatu yang dapat membangkang dan melawan balik!’


Guru-guru tidak pernah memberi materi ini.





.....


Oleh:Boimin

2 komentar:

Nailun Ni'am mengatakan...

satire...

Edi Kurniawan mengatakan...

hemmm...
pelajaran yang sangat berarti...

Posting Komentar